📖 PROLOG AU Dedeng-Sensei dan 39 Penjelajah Sains
🌅 Hari Pertama di Kelas 6Z
Pagi itu matahari bersinar cerah di halaman sekolah.
Di gerbang besar tertulis:
SDS Whoami1987
Sekolah itu terlihat seperti sekolah dasar biasa.
Anak-anak bermain di halaman.
Beberapa guru berjalan menuju ruang kelas.
Bel pagi mulai terdengar di seluruh sekolah.
Namun hari itu terasa sedikit berbeda.
Karena seorang guru baru sedang berjalan menuju salah satu kelas paling unik di sekolah itu.
Namanya adalah…
Dedeng-Sensei.
Di tangannya ada sebuah tas berisi buku eksperimen, dan sebuah kotak kayu kecil yang terlihat sangat tua.
Ia berhenti di depan sebuah pintu kelas.
Di pintu itu tertulis:
KELAS 6Z
Dedeng-sensei tersenyum kecil.
Lalu membuka pintu kelas itu perlahan.
👦👧 Pertemuan dengan Para Nakama
Di dalam kelas sudah ada 39 murid yang sedang berbincang satu sama lain.
Beberapa terlihat sangat penasaran.
Beberapa terlihat penuh semangat.
Beberapa lainnya tampak seperti peneliti kecil.
Begitu Dedeng-sensei masuk, seluruh kelas langsung terdiam.
“Selamat pagi, anak-anak,” kata Dedeng-sensei.
“Selamat pagi, Sensei!” jawab mereka serempak.
Dedeng-sensei menatap seluruh kelas dengan penuh semangat.
Lalu ia berkata:
“Mulai hari ini, kalian bukan hanya murid saya.”
Seluruh kelas langsung penasaran.
Dedeng-sensei melanjutkan:
“Kalian adalah NAKAMA saya.”
Beberapa murid saling melihat dengan bingung.
Arjuna Malik Maulana mengangkat tangan.
“Sensei… Nakama itu apa?”
Dedeng-sensei tersenyum.
Ia menulis satu kata besar di papan tulis:
NAKAMA
Lalu berkata:
“Nakama berarti teman seperjalanan.
Tim yang saling percaya dalam sebuah petualangan.”
Sekar Lentik Rinjani tersenyum.
Natan Bagaskara berkata pelan,
“Berarti kita seperti kru petualang ya?”
Dedeng-sensei mengangguk.
“Betul sekali.”
📚 Pelajaran IPAS yang Berbeda
Dedeng-sensei kemudian menulis di papan tulis:
IPAS
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial.
Namun ia menambahkan satu kalimat lagi:
IPAS = Ilmu Penjelajahan Alam Semesta
Seluruh kelas langsung heboh.
Muhammad Yusuf Anshori bertanya,
“Sensei… apakah kita akan melakukan eksperimen?”
Dedeng-sensei tersenyum.
“Bukan hanya eksperimen…”
Ia berjalan menuju mejanya.
Lalu membuka kotak kayu misterius yang ia bawa.
🧭 Kompas Penjelajah Sains
Di dalam kotak itu terdapat sebuah benda kuno.
Sebuah kompas emas bercahaya.
Seluruh kelas langsung mendekat.
“Woooah…”
Vicenzo Anindito Alvaro terlihat kagum.
Keira Istabrina Suith berkata,
“Kompasnya bercahaya…”
Dedeng-sensei memegang kompas itu.
“Ini adalah Kompas Penjelajah Sains.”
Muhammad Bilal Al’Afif bertanya,
“Kompas biasa bisa bercahaya seperti itu?”
Dedeng-sensei tersenyum misterius.
“Kompas ini tidak menunjuk arah utara.”
Seluruh kelas makin penasaran.
Dedeng-sensei melanjutkan:
“Kompas ini menunjuk fenomena sains terbesar di dunia.”
⚡ Awal Petualangan
Tiba-tiba kompas itu mulai bersinar semakin terang.
Jarumnya berputar cepat.
BZZZZZZZT
Angin kecil mulai berputar di tengah kelas.
Kertas-kertas di meja beterbangan.
Nufi Nabila Hurrimah Wulan Sari berkata panik,
“Sensei… ini kenapa?!”
Dedeng-sensei tersenyum lebar.
Lalu berkata:
“Nakama… petualangan kita akan segera dimulai.”
Tiba-tiba cahaya kompas menyelimuti seluruh kelas.
Dan dalam sekejap…
Kelas 6Z menghilang.
Petualangan Dedeng-Sensei dan 39 Penjelajah Sains akhirnya dimulai.
🌍 Lanjutan Cerita
Petualangan pertama para Nakama akan dimulai pada:
📖 Episode 1 – Kompas Penjelajah Aktif
Di episode ini Dedeng-sensei dan 39 Nakama akan mulai memahami rahasia kompas yang membawa mereka ke berbagai fenomena sains di dunia.

Comments